4 Teknik Hindari Emotional Investing, Anti Baper-Baper Club

4 Teknik Hindari Emotional Investing, Anti Baper-Baper Club

Pernahkah Anda ketika sedang senggang kemudian melihat kembali portofolio investasi milik Anda? Mungkin, Anda di dalam hati berpikir bahwa mungkin saja dulu Anda ‘sangat berani’. Memang, investasi merupakan tindakan penuh resiko yang mana juga sangat menantang dan menggiurkan karena dapat menghasilkan banyak uang. Namun, bagaimana jika yang dilakukan adalah emotional investing? Yuk, simak ulasan untuk menghindarinya.

Cara Hindari Emotional Investing Agar Tidak Baper

Sebenarnya, investasi adalah seni yang menarik. Bisa juga, investasi dianggap sebagai permainan dimana Anda tidak boleh terbawa emosi dalam bergelut disana. Pasalnya jika terbawa emosi, Anda bisa masuk ke dalam ranah emotional investing dan bisa membuat Anda merugi. Hal ini karena investasi yang Anda lakukan bukan berdasar logika dan hitungan untung-rugi, melainkan berdasarkan perasaan semata. Lalu, bagaimana cara menghindarinya?

  • Tetapkan Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Pertama, cara yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari emotional investing adalah memutuskan lebih dulu apa tujuan keuangan Anda dalam jangka panjang. Tentu saja, Anda juga harus memiliki tujuan investasi jangka pendek yang harus dikelola bersamaan dengan investasi jangka panjang.

Misalnya saja, Anda ingin dana investasi terkumpul untuk masa pensiun. Inilah yang dinamakan investasi jangka panjang karena terwujudnya baru belasan hingga puluhan tahun kemudian. Berbeda dengan tujuan seperti investasi untuk pernikahan. Hal ini disebut investasi jangka pendek karena masa pemetikan hasilnya hanya dalam rentang jangka waktu tertentu saja.

  • Pendekatan yang Seimbang

Kedua, cara yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari emotional investing adalah pendekatan yang seimbang. Hal ini sesuai dengan tujuan investasi yang sebelumnya sudah Anda rencanakan. Di dalam fase ini, investasi yang salah langkah biasanya dapat terjadi pada investor dua tipe, yakni underconfidence dan overconfidence.

Sikap percaya pada diri sendiri memang sangat bagus. Namun dalam dunia investasi, Anda juga harus terbiasa waspada dan insecure. Artinya, Anda harus berpikir “bagaimana jika…” dan memiliki analisis yang baik. Jika Anda terlalu percaya diri dalam berinvestasi dan rupanya prediksi Anda keliru, maka Anda bisa disebut overconfidence. Sebaliknya, underconfidence terjadi saat Anda terlalu ragu dalam berinvestasi karena trauma rugi.

  • Melakukan Diversifikasi

Ketiga, cara yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari emotional investing adalah melakukan diversifikasi. Hal ini sangat esensial untuk para investor baik yang masih pemula atau yang sudah ahli. Teknik dalam berinvestasi ini memang tidak menjamin seorang investor akan bebas dari ancaman rugi, namun teknik ini disebut sangat efektif untuk merealisasikan return terbaik di investasi jangka panjang.

Tentunya, melakukan diversifikasi harus dilakukan dengan rencana yang matang dan disesuaikan juga dengan kebutuhan Anda. Jangan sampai Anda melakukan over-diversified karena hal ini dapat merugikan diri Anda sendiri dalam memperoleh high return.

  • Gunakan Media Sebagai Informasi, Bukan Financial Advisor

Terakhir, cara yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari emotional investing adalah menggunakan media sebagai bahan mencari informasi, bukan sebagai financial advisor Anda. Meski kemajuan zaman saat ini sudah membuat internet menjadi pusat informasi terbaik dan terlengkap, namun sebaiknya Anda tidak terjebak di dalamnya. Pasalnya, investasi tidak bisa hanya berdasar sesuatu yang hype atau yang viral saja.

Selain itu, Anda memang diperbolehkan mencari ilmu investasi melalui internet, namun Anda harus ingat bahwa tidak semua yang ditulis di dalamnya adalah benar / fakta. Ada info yang perlu Anda saring dan ada info yang sangat salah untuk diikuti. Oleh karena itu, langkah paling tepat agar Anda tidak terjebak emotional investing adalah dengan menyewa seorang financial advisor dalam mengelola rencana keuangan Anda agar aman.

Demikian ulasan mengenai 4 cara menghindari emotional investing. Semoga ulasannya bermanfaat untuk Anda.